Kamis, 23 Juni 2011

Musim Hujan, Bisnis Tanaman Hias Jeblok


Oleh : Zainul Fuad | 25-Mar-2008, 03:08:51 WIB
Bisnis Tanaman Jeblok Akibat Cuaca Buruk
 
KabarIndonesia, BADUNG – BALI. Bulan-bulan ini nampaknya menjadi waktu yang berat bagi para pebisnis tanaman hias di kawasan Canggu Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung dan sekitarnya. Bagaimana tidak sejak awal Januari lalu. Cuaca buruk yang membawa hujan dan angin kencang membuat mereka kerepotan. Selain tanaman hias yang membusuk batangnya akibat kelebihan air hujan, angin kencang juga membuat berbagai jenis anggrek dan euphorbia bunganya rontok sehingga mereka merugi.

Menurut salah satu pemilik stan tanaman hias Ayu Nursery di Jalan Raya Canggu, I Gusti Ayu Sumanishari, hujan dan cuaca buruk seminggu belakangan membuat berbagai tanaman bunga hias jenis anggrek dan euphorbia mengalami kerusakan. “ memang di musim hujan, jenis anggrek dan euphorbia paling rawan rusak,” katanya saat ditemui Kabar Indonesia Senin (24/3).

Terpaan dan guyuran air hujan yang mengenai bunga, membuat busuknya batang serta menjamurnya akar bunga. “Hujan juga menyebabkan batang membusuk, dan akhirnya mati,” ujarnya. Tak hanya itu saja, angin kencang yang terjadi juga membawa masalah pelik, yakni merontokkan bunga hias. “Angin yang begitu kencang, bunga otomatis jatuh,” ungkapnya. Untuk mengatisipasi hal tersebut, salah satu upaya yang dilakukan, dengan melakukan penyemprotan fungisida dan memindahkan ke pot yang lain. Lanjut Ayu, meski pihaknya sudah berupaya melakukan pencegahan dan perawatan, namun tetap saja cuaca membuat rugi usaha yang sudah digelutinya sejak 20 tahun itu. Apalagi, pembeli bunga dan tanaman hias juga menurun saat hujan dan angin kencang.

“Jenis bunga yang masih diminati pembeli, seperti palm dan tanaman lain yang batangnya kuat,” katanya. Hal yang sama juga diungkapkan pedagang tanaman hias lainnya. Anis Leky dari Flora Bali di Jalan Parerenan Canggu mengatakan kini peminat tanaman anggrek dan euphorbia mengalami penurunan. Padahal, dirinya memiliki stok tanaman tersebut dengan luasnya mencapai 1 are. “Kalau tidak musim hujan, pembeli biasa mencapai 20 orang per hari. Namun, saat ini hanya berkisar sekitar lima orang saja,” ungkapnya. Bila biasanya sehari dia bisa mengantongi Rp juta per hari dari penjualan, kini mereka harus bersabar karena paling banter hanya masuk sekitar Rp 1 juta saja. Belum lagi untuk merawat dan mengantispasi rusaknya tanaman hias, para pedagang mesti mengeluarkan biaya perawatan yang mencapai Rp 200 ribu per harinya.

Harga tanaman hias dengan berbagai jenis anggrek bervariasi mulai dari Rp.50 ribu hingga yang berharga Rp 5 juta per potnya. “Rata-rata pedagang menjual dengan yang harga sama,” katanya. Sementara, untuk harga euphorbia perpotnya mulai dari Rp 50 ribu, hingga Rp 150 ribu. Tanaman lain yang juga banyak dicari pembeli adalah bunga kamboja atau jepun dengan harga terendah mulai Rp 75 ribu hingga Rp 500 ribu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar